EKa Nada Shofa Alkhajar
Manusia tentu pernah bermimpi. Banyak orang mengatakan bahwa mimpi adalah bunga tidur saat kita terlelap di dalam alam bawah sadar. Ketika seseorang bermimpi, setelah bangun atau terbangun oleh mimpi itu sendiri, maka ia akan berseloroh, jika mimpi itu indah. Bisa jadi ungkapan yang muncul “Wah, indah sekali mimpiku coba menjadi kenyataan” atau jika yang ada adalah mimpi buruk, paling tidak muncul “Hah, mimpi apa aku semalam”.
Dalam perjalanan realitas kehidupan ternyata mimpi tidak sekedar muncul dan berhenti dalam tidur dan hilang saat kita kembali bangkit dari tidur. Mimpi dapat dijadikan setiap orang sebagai motivasi tambahan untuk dapat berpikir lebih kreatif, menumbuhkan opitimisme, mengeluarkan motivasi dan hal-hal yang dapat dikatakan terbilang dasyat oleh karena mimpi tersebut.
Pernah suatu ketika penulis berkunjung ke rumah Ahmad Tohari, seorang penulis yang terkenal dengan novelnya yang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk di desa Tinggarjaya, Purwokerto tujuh tahun lalu. Masih tertanam kuat dan terngiang pesan yang dilontarkan novelis tersebut. “Orang hidup itu harus punya mimpi,” ujarnya.
Menurutnya, orang harus punya mimpi yang membuatnya mampu bertahan hidup dan membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Ia mencontohkan bahwa terciptanya pesawat ulang-alik sehingga manusia bisa berkunjung ke bulan adalah hasil dari mimpi. Hal tersebut adalah mimpi dari seorang sastrawan asal Perancis Jules Verne yang memimpikan perjalanan ke bulan dalam novelnya. Atau mimpi bertualang di bawah laut lewat karyanya pula berjudul “Vingt Mille Lieues Sous Les Mers” (20.000 Mil Di Bawah Laut) yang mengilhami lahirnya kapal selam.
Thomas Alfa Edison bahkan memimpikan adanya lampu pijar. Kekuatan itu memacunya untuk melakukan percobaan gagal sebanyak 1000 kali. Setelah itu barulah ia berhasil menemukan lampu pijar yang manfaatnya dapat dirasakan oleh manusia di segenap pelosok bumi ini. Saat ditanya kenapa Anda mau dan mampu melakukan hal gila ini, 1000 kali gagal!!, jawabnya hanya singkat, “saya punya mimpi dan akhirnya berhasil dan saya telah menemukan 1000 cara salah menciptakan lampu pijar”.
Banyak orang luar yang telah terbukti memiliki mimpi yang kuat dan menginspirasi berjuta banyak orang. Lalu bagaimana dengan kita, saya, Anda, bangsa Indonesia? Menjadi pertanyaan retoris namun perlu dibuktikan. Memang kekuatan mimpi hanya dapat bermakna apabila hal tersebut telah terpatri dalam benak sembari mengatakan saya pasti bisa!. Dan coba untuk mewujudkan mimpi tersebut dalam dunia nyata tidak hanya dalam dunia imajinasi atau angan semata. Namun, sepertinya masih sedikit orang yang berani untuk bermimpi. Bagaimana dengan Anda?
Mungkin benar apa yang dikatakan Doug Hoopper, seorang penulis buku motivator terkenal “You Are What You Think”. Baginya mimpi yang ada dalam pikiran kita akan terkonstruksi dan mengambil bentuk fisik dalam kehidupan nyata. Ketika kita takut untuk maju selamanya kita tidak akan pernah maju atau saat kita berkata dalam diri kita bahwa kita tidak akan bisa maka selamanya pun kita tidak akan bisa. Yah, memang benar kita adalah apa yang kita pikirkan. Lalu, Siapa lagi yang takut bermimpi?!
Tags: Ahmad Tohari, Doug Hoopper, Jules Verne, Mimpi, Ronggeng Dukuh Paruk, Thomas Alfa Edison, Vingt Mille Lieues Sous Les Mers, You Are What You Think

1 comment
Comments feed for this article
Trackback link: http://ekanadashofa.staff.uns.ac.id/2012/01/03/442/trackback/